“wah.. ini menakjubkan!” seru Tania girang. Dia membawa seloyang cupcake rasa blueberry. “hemm….” Katanya menghirup aroma cupcake itu lagi.
“percobaan mu sukses juga !” Felis mencicipi satu. ”enak!!” lannjutnya tersenyum berjalan mendekati Lee.
Diana, Juli dan Claire ikut mencicipi. Mereka begitu menyukainya. Semua tersenyum dalam kenikmatan kue manis itu. Juli hanya bersungut- sungut.
”kita pasti kebanjiran pesanan!” ujar juli percaya diri. Semuanya mengangguk dan tersenyum. Dia memperhatikan Lee yang dari tadi duduk sambil menghitung pemasukkan dan pengeluaran. Dia sangat sibuk. Persentase keuntungan dan pelanggan tiap bulan adalah tugas yang sangat penting baginya.
”hei Lee! Bagaiman menurutmu?” Felis duduk di sebelah Lee yang terlihat tak menggubris kelima temannya itu.
”sepertinya bagus” jawabnya singkat. Lee tak melihat Felis yang hampir menyuapinya secuil cupcake itu.
”coba ini..” pinta Felis pada Lee membuka mulut. Tapi Lee langsung mengambil secuil cupcake itu agar tak usah disuapi Felis.
”yah.. pasti pelanggan senang” puji Lee.
Keadaan jadi sunyi.
Lee tak pernah bersikap menyenangkan lagi sejak saat itu. Sejak dia memutuskan membangun butik kue ini.





